KONSEP DAN MAKNA PEMBELAJARAN

1.        PENGERTIAN PEMBELAJARAN

Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman (James O.Whittaker Wasty Sumanto, 1987). Sedangkan pembelajaran adalah usaha sadar guru untuk membantu siswa atau anak didik, agar mereka dapat belajar sesuai dengan kebututuhan dan minatnya (Semarang IKIP, 1996:10). Dan atau pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memfasilitasi dan meningkatkan intensitas dan kualitas belajar pada diri peserta didik. Pembelajaran harus menghasilkan belajar, tapi tidak semua proses belajar terjadi karena pembelajaran, proses belajar juga bisa terjadi dilingkungan sosial-kultural dalam lingkungan masyarakat (Wiranataputra, Udin.S, 2007 :1.18)
Pembelajaran menurut Pasal 1 butir 20 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, yakni “Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.” Dalam konsep tersebut terkandung 5 konsep, yaitu interaksi, peserta didik, pendidik, sumber belajar dan lingkungan belajar.
Pembelajaran dalam konteks formal, adalah Sekolah, pendidikan di sekolah yang terjadi di kelas dan lingkunagn sekolah. Namun sebagian kecil pembelajaran bisa trjadi pada lingkungan masyarakat seperti, Ko-kurikuler (kegiatan diluar kelas dalam rangka tugas suatu mata pelajaran), Ekstra-kurikuler (kegiatan di luar mata pelajaran, di luar kelas), dan Ekstramural (kegiatan yang dilakukan diluar kurikulum sekolah). Sedangakan pembelajaran dalam kontek nonformal banyak terjadi di lingkunagn masyarakat, termasuk dunia kerja, media massa dan internet.     
2.  KOMPONEN DAN PRINSIP RENCANA PEMBELAJARAN
             Belajar adalah sesuatu kegiatan yang tidak sederhana, agar proses belajar siswa dapat mencapai tujuan maka diperlukannya prinsip dalam rencana pembelajaran. Menurut (Semarang IKIP,1996:12) Prinsip tersebut harus dimiliki oleh semua guru, agar proses pembelajaran dinyatakan berhasil. Prinsip-prinsip yang terkait dengan proses atau rencana pembelajaran, adalah :
a.      Perhatian
Perhatian merupakan salah satu kunci kesuksesan pada siswanya, agar mereka dapat menangkap pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswanya.
b.      Motivasi
Guru adalah contoh bagi siswanya, maka apa yang dilakukan guru dikelas baik perbuat  maupun tutur kata pasti akan ditiru oleh siswanya.
c.       Keaktivan siswa
Menurut (Semarang IKIP, 1996:13) Belajar yang berhasil adalah bila siswa sendiri aktif mengikuti proses belajar itu, tidak sekedar menerima dan menelan konsep-konsep yang disampaikan. Siswa juga harus melakukan kegiatan mental , mulai dari menerima materi, sampai pada pemahaman.
d.      Keterlibatan langsung siswa
Siswa harus terlibat langsung dalam proses pembelajaran karena ini menyangkut keaktivan siswa dikelas.
e.       Pengulangan belajar
Guru ketika selesai mengajar  harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang kirannya siswa belum terlalu jelas atas yang telah dijelaskan oleh guru.
f.       Materi Pelajaran yang merangsang dan menantang
Guru harus memiliki kreatifitas dalam mengajar misalnya melalui permainan (role playing).
g.      Balikan dan Penguatan Terhadap Siswa
Balikan bias disebut sebagai evaluasi kepada siswa dimana balikan ini berfungsi untuk mengetahui letak kelemahan dan kekuatan siswa tersebut,dan atau member motivasi belajar agar siswa memperoleh hasil dari sebelumnya.
Menurut (Semarang IKIP, 1996:14) Penguatan atau reinforcement adalah suatu tindakan yang sering kurang mendapat perhatian guru.
h.      Aspek-aspek psikolog
Aspek psikolog yaitu meliputi kejiwaan siswa, keadaan yang ada pada siswa. Seperti kepribadian siswa yang biasanya berbeda dengan siswa satu dengan lainnya.
3.        TUJUAN PEMBELAJARAN
Kegiatan pembelajaran yang dibangun oleh guru dan siswa adalah kegiatan yang bertujuan yaitu membuat peserta didik menjadi tahu. Dengan demikian dalam setting pembelajaran, tujuan merupakan pengikat segala aktivitas guru dan siswa. Dalam klasifikasi tujuan pendidikan, tujuan pembelajaran atau yang  di sebut juga dengan tujuan instruksional,merupakan tujuan yang paling khusus .
Tujuan pembelajaran yang merupakan bagian dari tujuan kurikuler,dan dapat di definisikan sebagai kemampuan yang harus dimiliki oleh anak didik setelah mereka mempelajari bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu dalam satu kali pertemuan.(Sanjaya Wina, 2006: 61-66).  Tujuan belajar mengacu pada kemampuan atau kompetensi yang diharapkan siswasetelah mengikuti sesuatu pembelajaran tertentu. Materi pembelajaran adalah sesuatu yang dibahas dalam pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan, yaitu mengembangkan kemampuan, mengembangkan watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

4.        KEMAMPUAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Proses Pembelajaran merupakan suatu system meningkatkan pembelajaran agar terlaksana pembelajaran dengan baik yang memperhatikan komponen-komponen yang dapat meningkatkan kualitas belajar itu sendiri. Untuk terlaksana pembelajaran dengan baik tentunya sekolah memerlukan guru yang profesional.
Menurut (Sanjaya Wina, 2006 : 16-17) Guru yang frofesional mempunyai karakteristik dari proses mengajar sebagai tugas utama guru, antara lain :
Mengajar bukan hanya menyampaikan materi saja akan tetapi merupakan pekerjaan yang bertujuan dan bersifat komplek.
Mengembangkan minat dan bakat siswanya.
Agar guru sukses melakukan tugasnya diperlukan keahlian yang memadai. Menyampaikan materi bukan satu-satunya yang harus dilakukan, tetapi dibutuhkan ketepatan dalam pemahaman materi sebelum menerangkan kepada siswanya.
Tugas guru adalah menyiapkan generasi manusia yang dapat hidup dan berperan aktif  dimasyarakat.
Kompetensi atau Kemampuan Guru
Charles E. Johnson menyatakan :“Competency as rational perfomence which satisfactirily meets the objective for a desired condition”, artinya kompetensi merupakan perilaku rasional guna mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan yang ditunjukan dengan penampilan atau unjuk kerja yang dapat dipertanggungjawabkan (rasional) dalam upaya mencapai suatu tujuan. (Sanjaya Wina, 2006 : 17-18). Jadi, kompetensi itu dimiliki oleh seseorang yang menjadi guru.
Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru, antara lain :
a.    Kompetensi Pribadi
Guru merupakan sosok yang selalu benar dimata siswanya, sehingga guru dijadikan teladan bagisiswanya (di-gugu dan di-tiru).
Menurut (Sanjaya Wina, 2006 : 18) kompetensi yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian (personal competencies), antara lain :
Kemampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama sesuai dengan keyakinan agama yang dianutnya.
Kemampuan untuk menghormati dan menghargai antara umat beragaman.
Kemampuan untuk berperilaku sesuai dengan norma, aturan dan sistem nilai yang berlaku dimasyarakat.
Mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru, misalnya sopan santun dan tatakrama.
Bersifat demokratis dan terbuka terhadap pembaharuandankritik.
b.   Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional adalah kemampuan yang berhubungan dengan penyelesaian tugas-tugas keguruan, kompetensi ini sangat penting, sebab langsung berhubungan dengan kinerja yang ditampilkan. Kemampuan yang berhubungan dengan kompetensi ini adalah :
Kemampuan untuk menguasai landasan kependidikan, misalnya paham akan tujuan pendidikan yang harus dicapai.
Pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan.
Kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkannya.
Kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran.
Kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar.
Kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajarn
c.    Kompetensi Sosial Kemasyarakatan
Kompetensi ini berhubungan dengan guru sabagai anggota masyarakat dan sebagai mahluk sosial, yang meliputi :
Kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemempuan profesional.
Kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan. Kemampuan untuk menjalin kerjasama, baik secara individual maupun secara kelompok.
                          Ketika ilmu pengetahuan sangat terbatas untuk didapatkan dan teknologi yang belum secanggih negara-negara dunia, maka guru-lah yang bertugas untuk mengantarkan siswa dalam Dunia Pendidikan. Dengan begitu, guru berperan sebagai sumber belajar (learning resources) untuk siswa.Siswa akan belajar apapun yang dikatakan oleh guru, maka dari itu untuk menjadi teladan yang baik bagi siswa, guru harus memiliki sifat dan tingkah laku yang baik, adil dan bijaksana. Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Entah bagaimana walau kecanggihan teknologi sudah mendunia, guru tetap berperan dan sangat dibutuhkan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menurut (Sanjaya Wina)  beberapa peran guru yang sangat npenting, antara lain :
1)   Guru sebagai Sumber Belajar
Guru yang baik dapat dilihat ketika guru tersebut menguasai dalam memberikan materi kepada siswanya.
2)   Guru sebagaiFasilitator
Guru sebagai Fasilitator berperan dalam melayani siswanya untuk memudahkan ia dalam proses pembelajaran. Sehingga tujuan belajar tercapai secara optimal.
3)   Guru sebagai Pengelola
Pengelola Pembelajaran (Learning Manager), guru menciptakan situasi yang menyenangkan namun tetap kondusif.
4)   Guru sebagai Demonstrato
Untuk mempertunjukan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampaikan. Ada dua konteks guru sebagai demonstrator, yang pertama yaitu sebagai demonstrator berarti guru harus menun jukkan sikap-sikap yang terpuji,guru merupakan sosok yang ideal bagi siswa sehingga menjadi acuan atau contoh bagi siswa.Yang ke dua yaitu demostrator guru harus menunjukan bagaimana caranya agar setiap materi pelajaran bisa di pahami dan di hayati oleh setiap siswa.
5)   Guru sebagai Pembimbing
Membimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya sebagai bekal hidup mereka, membimbing siswa agar dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka sehingga dengan ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia ideal yang menjadi harapan setiap orang tua dan masyarakat.
6)   Guru sebagai Motivator
Motivasi merupakan salah satu aspek yang penting sebagai penyemangat bagi siswa agar bersemangat dalam belajar. Motivasi bisa berupa bentuk perhatian guru terhadap siswanya, memperjelas tujuan yang ingin dicapai, membangkitkan minat siswa, menciptakan suasana menyenangkan belajar di kelas, memberi pujian, memberikan penilaian atau evaluasi, memberikan komentar terhadap hasil karya siswa, dan memciptakan persaingan yang sehat.
7)   Guru sebagai Evaluator
Guru berperan mengumpulkan data atau informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. Perannya sebagai evaluator yaitu untuk menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan atau menentukan keberhasilan siswa dalam menyerap materi kurikulum dan untuk  menentukan keberhasilan guru dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang telah diprogramkan.

KONSEP DAN MAKNA PEMBELAJARAN
Berdasarkan  pengertian pembelajaran diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu proses kegiatan baik diluar maupun di dalam kelas yang melibatkan guru sebagai pembimbingnya dan berperan sebagia fasilitator, agar siswa mampu mencapai tujuan dari belajar yaitu memperoleh ilmu pengetahuan umum maupun teknologi.
Komponen dan prinsip pembelajaran meliputi, perhatian, motivasi, keaktivan siswa, keterlibatan langsung siswa, pengulangan belajar, materi belajar yang menantang, balikan dan penguatan siswa, dan aspek-aspek psikologis.
a.      Perhatian
Perhatian merupakan salah satu kunci kesuksesan pada siswanya, agar mereka dapat menangkap pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswanya. Sebaiknya, jika perhatian siswa belum fokus atau masih membagi perhatian dengan hal-hal lain yang tidak seharusnya dilakukan oleh siswa maka guru tidak boleh memulai pelajaran.
b.      Motivasi
Guru adalah contoh bagi siswanya, maka apa yang dilakukan guru dikelas baik perbuat  maupun tutur kata pasti akan ditiru oleh siswanya. Oleh karena itu alangkah baiknya guru menunjukan perilaku yang baik dan memberikan motivasi belajar kepada siswa didiknya agar siswa termotivasi dan akhirnya siswa akan bersemangat untuk mengikuti pelajaran dengan hati senang.
c.       Keaktivan siswa
Belajar yang berhasil adalah bila siswa sendiri aktif mengikuti proses belajar itu, tidak sekedar menerima dan menelan konsep-konsep yang disampaikan. Siswa juga harus melakukan kegiatan mental , mulai dari menerima materi, sampai pada pemahaman.
d.      Keterlibatan langsung siswa
Siswa harus terlibat langsung dalam proses pembelajaran karena ini menyangkut keaktivan siswa dikelas. Siswa yang aktiv berarti membuktikan bahwa siswa merespon dan memberi tanggapan-tanggapan apa yang sudah siswa dengar dari guru.
e.       Pengulangan belajar
Guru ketika selesai mengajar  harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang kirannya siswa belum terlalu jelas atas yang telah dijelaskan oleh guru. Atau guru tanpa murid meminta diulang dalam penjelasan materi, guru harus mengulang materi yang kiranya sulit dipahami oleh siswanya.
f.       Materi Pelajaran yang merangsang dan menantang
Guru harus memiliki kreatifitas dalam mengajar misalnya melalui permainan (role playing), karena dalam proses pembelajaran siswa kadang merasa bosan oleh metode guru yang hanya terpaku pada materi pelajaran yang ada di buku.
g.      Balikan dan Penguatan Terhadap Siswa
Balikan bias disebut sebagai evaluasi kepada siswa dimana balikan ini berfungsi untuk mengetahui letak kelemahan dan kekuatan siswa tersebut, dan atau member motivasi belajar agar siswa memperoleh hasil dari sebelumnya.
h.      Aspek-aspek psikolog
Penguatan atau reinforcement adalah suatu tindakan yang sering kurang mendapat perhatian guru, pada hal efek positifnya besar sekali. Setiap keberhasilan yang ditunjukan oleh siswa, walaupun kecil, hendaknya ditanggapi dengan memberikan penghargaan.
Tujuan pembelajaran mengacu pada kemempuan atau kompetensi yang diharapkan dimiliki siswa setelah siswa mengikuti suatu pembelajaran tertentu.Jadi tanpa adanya tujuan pembelajaran guru dan siswa tidak dapat melakukan kegiatan belajar mengajar dengan baik, karena tujuan pembelajaran yang baik adalah awal dari tercapainya suatu pembelajaran.
Proses pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan didalam kelas dalam lingkup sekolah maupun luar sekolah yang terdapat interaksi antara guru dan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru yang frofesional mempunyai karakteristik dari proses mengajar sebagai tugas utama guru, antara lain :
Mengajar bukan hanya menyampaikan materi saja akan tetapi merupakan pekerjaan yang bertujuan dan bersifat komplek. Jadi, menjadi guru tidak hanya bertugas untuk mentrasfer ilmunya saja kepada siswa namun guru dituntut untuk memberi contoh terutama dalam sifat.  Mengapa demikian? Karena pada anak usia SD, guru adalah orang yang di anggap paling benar.
Mengembangkan minat dan bakat siswanya. Karena, setiap anak memiliki perbedaan karakter seperti memiliki hobbi/kesengan.
Agar guru sukses melakukan tugasnya diperlukan keahlian yang memadai. Guru yang profesional, tidak hanya menyampaikan materi, namun dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada siswanya.
Tugas guru adalah menyiapkan generasi manusia yang dapat hidup dan berperan aktif  dimasyarakat. Setelah siswa mendapatkan ilmu yang diterima dari guru dalam proses pembelajaran, pada akhirnya ilmu-ilmu tersebut akan diaplikasikan dimasyarakat.
Kemampuan guru dalam mengajar sangat dibutuhkan keprofesionalan dalam mengajar dikelas agar mampu mewujudkan dan melahirkan sumber daya manusia yang baik pula. Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru, antara lain :
a.    Kompetensi Pribadi
Guru merupakan sosok yang selalu benar dimata siswanya, sehingga guru dijadikan teladan bagisiswanya (di-gugu dan di-tiru).
Kompetensi yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian (personal competencies), antara lain :
Kemampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama sesuai dengan keyakinan agama yang dianutnya.
Kemampuan untuk menghormati dan menghargai antara umat beragaman.
Kemampuan untuk berperilaku sesuai dengan norma, aturan dan sistem nilai yang berlaku dimasyarakat.
Mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru, misalnya sopan santun dan tatakrama.
Bersifat demokratis dan terbuka terhadap pembaharuandankritik.
b.   Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional adalah keaahliian suatu kemampuan yang berhubungan dengan penyelesaian tugas-tugas keguruan. Kemampuan yang berhubungan dengan kompetensi ini adalah :
Kemampuan untuk menguasai landasan kependidikan, misalnya paham akan tujuan pendidikan yang harus dicapai.
Pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan.
Kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkannya.
Kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran.
Kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar.
Kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajarn
c.    Kompetensi Sosial Kemasyarakatan
Kompetensi ini berhubungan dengan guru sabagai anggota masyarakat dan sebagai mahluk sosial, yang meliputi :
Kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemempuan profesional.
Kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan. Kemampuan untuk menjalin kerjasama, baik secara individual maupun secara kelompok.
                   Ketika ilmu pengetahuan sangat terbatas untuk didapatkan dan teknologi yang belum secanggih negara-negara dunia, maka guru-lah yang bertugas untuk mengantarkan siswa dalam Dunia Pendidikan. Dengan begitu, guru berperan sebagai sumber belajar (learning resources) untuk siswa.Siswa akan belajar apapun yang dikatakan oleh guru, maka dari itu untuk menjadi teladan yang baik bagi siswa, guru harus memiliki sifat dan tingkah laku yang baik, adil dan bijaksana. Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Entah bagaimana walau kecanggihan teknologi sudah mendunia, guru tetap berperan dan sangat dibutuhkan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Peran guru, sebagai berikut :

  • Guru sebagai Sumber Belajar, yakni guru yang baik dapat dilihat ketika guru tersebut menguasai dalam memberikan materi kepada siswanya.
  • Guru sebagai Fasilitator, yakni guru sebagai Fasilitator berperan dalam melayani siswanya untuk memudahkan ia dalam proses pembelajaran.
  • Guru sebagai Pengelola, yakni Pengelola Pembelajaran (Learning Manager), guru menciptakan situasi yang menyenangkan namun tetap kondusif.
  • Guru sebagai Demonstrato, yakni untuk mempertunjukan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampaikan.
  • Guru sebagai Pembimbing, yakni embimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya sebagai bekal hidup mereka dimasyarakat nanti.
  • Guru sebagai Motivator
  •        Motivasi merupakan salah satu aspek yang penting sebagai penyemangat bagi siswa agar bersemangat dalam belajar. Seperti memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi dan memeberikan perhatian lebih kepada siswa yang kurang motivasi untuk belajarnya.
  • Guru sebagai Evaluator
  •        Guru berperan mengumpulkan data atau informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keberhaasilan guru dalam proses belajarnya.

Posted on April 16, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: